Sunday, April 21, 2013

Apa Yang Kau Cari Muslimah.

"Dunia ini adalah perhiasan
dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah".

Itulah gambaran bahwa Islam sangat memuliakan keberadaan wanita yang shalihah, digambarkan bahwa sebaik-baik perhiasan bukanlah emas permata ataupun berlian melainkan wanita shalihah. Itu artinya seluruh yang menjadi bagian dari kewanitaan adalah sesuatu yang sangat berharga tidak ternilai dengan apapun. Karena begitu berharganya maka Islam menghendaki agar dijaga sebaik mungkin dan disimpan rapat-rapat.

Wanita dan segala bagian kewanitaannya nilainya melebihi emas permata berlian atau jenis apapun. Tetapi justru kadang berbanding terbalik dengan apa yang terjadi dikalangan muslimah sekarang ini. Mereka lebih menghargai barang-barang berharganya dibanding menjaga aurat sebagai symbol kemuliaan wanitanya. Itu terlihat dari kehidupan sehari-hari mulai terjadi degradasi moral, itu bisa dilihat dari cara berbusana, sikap dan tingkah laku muslimah dalam pergaulan, sedikit demi sedikit mulai jauh dari sikap yang Islami.

sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah
Seorang wanita jika memiliki perhiasan yang sangat mahal tentu akan sangat berhati-hati menjaganya bahkan disimpan rapat-rapat agar tidak semua mata bisa melihatnya apalagi terlihat mata penjahat. Mengapa harus menjaga dan menyimpan rapat-rapat? karena barang tersebut dianggap mahal harganya. Tapi bukankah aurat muslimah jauh lebih mahal dibanding perhiasan-perhiasan tersebut, maka sudah sepantasnya jika kalian menjaganya dengan lebih ekstra, jangan sampai mata liar menatap dengan tatapan penuh syahwat.

Sungguh sangat ironis jika seorang muslimah mengkuti kontes ratu kecantikan, peragaan busana yang melenggak-lenggok dihadapan ratusan pasang mata dengan memamerkan lekuk tubuhnya hanya untuk mendapat penghargaan dan kemuliaan dari manusia. Tidakkah muslimah sadar bahwa hakekatnya semua wanita diciptakan cantik bak mutiara, dilahirkan sebagai lambang kecantikan, keindahan, kelembutan  dan kasih sayang. 

Allah dan Rasulnya sangat memuliakan keberadaan seorang wanita, terbukti diturunkan sebuah surah dalam Al Quran dengan nama An-Nissa (wanita-wanita) serta banyak ayat yang memuliakan seorang wanita. Apa masih belum cukup kemuliaan yang diberikan Allah Tuhan kita?  Apa masih perlu pengakuan kemuliaan dari manusia? Entahlah !

Ada lagi wanita yang menggembar-gemborkan tentang emansipasi dan kesetaraan gender. Emansipasi bagaimanakah yang dikehendaki? Padahal kedudukan wanita dalam pandangan ajaran Islam tidak sebagaimana diduga atau dipraktekkan sementara masyarakat. Ajaran Islam pada hakikatnya memberikan perhatian yang sangat besar serta kedudukan terhormat kepada wanita.

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi laki-laki, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Terjemahan QS. Al Baqarah: 228)

Mari Kita tengok sejarah kebelakang dimasa sebelum datangnya Islam maka manusia memandang hina terhadap keberadaan wanita. Orang-orang Yunani memandang wanita sebagai alat pemuas dan kesenangan belaka. Di Romawi orang memberikan hak atas Ayah dan suami untuk memperjual-belikan anak perempuan atau istrinya. Orang Arab memberikan hak atas anak untuk mewarisi istri ayahnya (naudzubillahimindzalik). Anak perempuan juga tidak berhak atas harta waris dan dilarang memiliki harta. Hal itu juga banyak terjadi di berbagai negara yang mendiskriminasikan wanita seperti di Persia, Hindia dan lain-lain.

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (Terjemahan QS. An-Nahl: 58)

Bandingkan dengan posisi wanita setelah datangnya Islam. Islam telah menghargai kewanitaan wanita dan Islam menganggap wanita sebagai unsur penyempurna bagi kaum laki-laki, sebagaimana laki-laki juga penyempurna bagi wanita. Maka bukanlah antara satu sama lain dari mereka itu sebagai musuh, bukan pula sebagai pesaing, akan tetapi wanita sebagai penolong bagi kaum laki-laki untuk menyempurnaan kepribadian dan jenisnya, dan begitu pula sebaliknya 

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Terjemahan QS. Al Taubah: 71)

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (Terjemahan QS. Al Rûm: 21)

Banyak ulama besar yang mendiskripsikan kemuliaan wanita sebagai berikut

Imam Al Ghazali
Al-Ghazali, salah seorang ulama besar Islam kontemporer berkebangsaan Mesir, menulis: "Kalau kita mengembalikan pandangan kemasa sebelum seribu tahun, maka kita akan menemukan perempuan menikmati keistimewaan dalam bidang materi dan sosial yang tidak dikenal oleh perempuan-perempuan di kelima benua. Keadaan mereka ketika itu lebih baik dibandingkan dengan keadaan perempuan-perempuan barat dewasa ini, asal saja kebebasan dalam berpakaian serta pergaulan tidak dijadikan bahan perbandingan

Mahmud Syaltut
Almarhum Mahmud Syaltut, mantan Syaikh (pemimpin tertinggi) lembaga-lembaga Al-Azhar di Mesir, menulis: "Tabiat kemanusiaan antara lelaki dan perempuan hampir dapat (dikatakan) sama. Allah telah menganugerahkan kepada perempuan sebagaimana menganugerahkan kepada lelaki. Kepada mereka berdua dianugerahkan Tuhan potensi dan kemampuan yang cukup untuk memikul tanggung jawab dan yang menjadikan kedua jenis kelamin ini dapat melaksanakan aktivitas-aktivitas yang bersifat umum maupun khusus. Karena itu, hukum-hukum Syari'at pun meletakkan keduanya dalam satu kerangka. Lelaki menjual dan membeli, mengawinkan dan kawin, melanggar dan dihukum, menuntut dan menyaksikan. Begitu juga perempuan juga demikian, dapat menjual dan membeli, mengawinkan dan kawin, melanggar dan dihukum serta menuntut dan menyaksikan.

Banyak faktor yang telah mengaburkan keistimewaan serta memerosotkan kedudukan wanita. Salah satu di antaranya adalah kedangkalan pengetahuan keagamaan, sehingga tidak jarang agama (Islam) diatas namakan untuk pandangan dan tujuan yang tidak dibenarkan itu.

Jika hari ini kalian para muslimah masih menuntut emansipasi, kesamaan gender atau persamaan hak atas kaum pria maka sesungguhnya adalah langkah mundur dan ketinggalan jaman, karena Islam sejak awal sudah sangat konsen memikirkan tentang emansipasi. Tetapi tentunya bukan emansipasi seperti yang didengung-dengungkan barat yang sengaja ingin merongrong Islam dan solidnya ukhuwah muslimah dengan mengatakan bahwa Islam bersikap diskriminsi terhadap wanita.

Bagaimana pendapat kalian para Muslimah ? Silakan dishare dikolom Komentar.




Saturday, April 13, 2013

Tetap Bening Ditempat Bersih


Bismillahirrahmanirahiim
Perseteruan antara guru spiritual Eyang Subur dan mantan muridnya Adi Bing Slamet makin hari terasa makin gencar di media. Dalam hati kadang timbul pertanyaan apa ada yang salah dari hasil belajar dan mengajarnya. Tapi disini aku tidak akan membahas siapa yang benar atau yang salah diantaranya karena sangat riskan apabila memvonis sesuatu tanpa data dan fakta yang jelas, bukannya menyelesaikan masalah justru akan menambah masalah baru dan ujung-ujungnya akan timbul fitnah. Semoga semua ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih hati-hati dan lebih jeli terhadap seseorang untuk dijadikan guru apalagi guru spiritual.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dari guru spiritual. Aku mencoba sedikit menukil dengan apa yang disampaikan Al Imam Ghozali di buku Ihya ulumuddin tentang adab seorang guru terhadap muridnya:

  1. Guru harus belas-kasih kepada muridnya serta memperlakukan sebagai anak sendiri dengan tujuan menyelamatkannya dari api neraka

  2.  Meneladani sikap Rasulullah dengan tidak meminta upah dalam mengajar tapi semata hanya untuk menggapai ridho dan bertaqarub kepada-Nya. Juga tidak merasa berjasa atas para murid sekalipun jasa itu memang dirasakan karena akan menghilangkan nilai keikhlasan.

  3. Tidak memaksa untuk menguasai semua disiplin ilmu sekaligus melainkan secara bertahap dan berdasarkan kemampuan yang ada pada diri seseorang.Tidak mendalami ilmu yang tersembunyi sebelum mendalami ilmu yang jelas, karena tujuan menuntut ilmu adalah untuk taqarrub kepada Allah.

  4. Mencegah murid-muridnya dari akhlak yang tercela dengan penyampaian yang lemah-lembut, kasih-sayang atau dengan uswatun hasanah. Karena cara yang keras serta celaan hanya akan meurunkan kewibawaan guru dan menciptakan terjadinya pembangkangan.

  5. Guru tidak boleh mencela suatu disiplin ilmu yang tidak ditekuninya karena cara itu sebagai gambaran akhlak yang tercela, melainkan harus berusaha mempelajarinya sebatas kemampuan.

  6. Membatasi kemampuan pemahaman sang murid dengan cara tidak menyampaikan suatu ilmu yang belum bisa dijangkau oleh kemampuan akalnya

  7. Bisa mengetahui kemampuan muridnya, bagi yang kemampuannya terbatas sebaiknya disampaikan kepada hal-hal yang jelas dan cocok dengannya dan tidak memberikan ilmu yang perlu pendalaman yang belum bisa disampaikan kepadanya.

  8. Hendaknya guru mengamalkan ilmunya, yakni perbuatannya tidak mendustakan perkataannya sendiri. Karena ilmu diketahui dengan mata hati sedang amal diketahui dengan mata inderawi.

Itulah beberapa adab guru kepada muridnya dan dalam penerimaannya maka murid harus membersihkan jiwanya dahulu dari akhlak yang hina dan tercela karena menuntut ilmu merupakan ibadah hati maka jika hati tidak disucikan dan masih bercabang-cabang maka penerimaan hakikat ilmu akan sangat terbatas.

Sebenarnya pada awalnya ilmu Allah tidak mengenal ilmu hitam atau ilmu putih semuanya netral, bening dan suci karena pengaruh sifat, sikap dan akhlak manusia maka seolah ilmu menjadi terpecah menjadi ilmu hitam sebagai symbol keburukan dan ilmu putih sebagai symbol kebaikan. Rasanya sangat naib jika menisbatkan ilmunya Allah sebagai ilmu yang menggambarkan keburukan.

Ditempat yang bersih airpun tetap bening
Aku mencoba menganalogikan secara sederhana. Ilmu Allah adalah ibarat air yang bening dan suci sedangkan para ulama dan guru diibaratkan sebuah bejana tempat penampungan sementara air dan murid adalah ibarat gelas tempat dituangkannya air. Jadi air yang bening jika ditempatkan dibejana yang kotor maka air yang bening juga akan menjadi keruh maka dituangkan kedalam gelas juga akan keruh. Jika airnya bening dimasukkan kebejana bersih maka air yang dituangkan juga akan tetap bersih. Dan akan tetap bening jika gelas yang dituangi juga bersih dari noktah-noktah kotoran, sebaliknya jika gelasnya kotor air  dari bejana juga akan menjadi keruh juga.

Itu artinya untuk mendapatkan sesuatu yang suci maka harus diimbangi dengan hati dan jiwa yang suci dari noda-noda tercela. Maka untuk itu perlu adanya tazkiyatun nafs agar terjadinya sinergi antara guru dan murid dalam proses belajar mengajar. Sebenarnya sangat gampang mendeteksi ilmu yang baik dan buruk. Ilmu yang baik merupakan kebenaran hakiki dari Allah, akan terasa indah ditangkap dengan inderawi, menghadirkan kesejukan dalam hati dan bisa memberikan perubahan akhlak menjadi lebih baik serta menambah tebal keimanan kepada Allah Ta’ala.

Dari sedikit tulisan ini harapanku untuk saudaraku muslim semua hendaklah selalu waspada dalam mencari guru pembimbing jangan sampai ada penyesalan dikemudian hari, karena hidup hanya sekali manfaatkan sebaik-baiknya. Sebaik-baik guru adalah Rasulullah dan sang Maha Guru adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Friday, March 15, 2013

Syukurnya Sahabat Robbani

Bismilahirrahmanirrahim
Alhamdulillah walau agak telat akhirnya masih bisa memberi pengumuman sesuai janjiku hari Jum'at 15 Maret 2013. Ada lima komentar yang terpilih di Milaad Media Robbani dan berikut adalah komentar yang menurut sang juri bisa mewakili rasa syukur tersebut

Pertama : Annur eL Karimah
 Mendapat Cindera Mata berupa sebuah "Mukena"

Syukurku Surgaku.
Bagiku bersyukur bukanlah disaat kita senang saja. Tapi bersyukur disaat kita sedang sakit, miskin, susah. Kita justru harus mensyukuri disaat-saat kritis. Terkadang orang lupa mengingat masa itu.

Aku termasuk orang yang selalu lupa terkadang bersyukur. Ketika Allah memberikan pekerjaan yang baik. Saya memilih mencari yang lebih baik. Nyatanya saya gagal. Hingga saya berusaha untuk kesekian kalinya. Nyaris kesabaran saya habis. Bahkan mulut saya tak berhenti-hentinya istighfar.
 
Dengan ini saya rasa Allah sedang menguji kesabaran diatas kelapangan yang telah saya lalui. Saya berpikir inilah arti bersyukur sesungguhnya. Apalagi disaat saya merasakan lelah melaju Semarang - Tegal untuk tes wawancara, saya tak bisa bayangkan tubuh saya ini mendadak alergi dan bentol-bentol.

Esoknya saya mendadak flu berat disertai batuk-batuk hingga 2 hari. Malamnya tak berhenti disitu. Gigi saya meradang. Mungkin efek kelelahan dari tubuh saya yang lemah. Ternyata mengharuskan saya istirahat tak bekerja hingga 2 hari. Berbagai obat segera saya minum. Nyata hampir satu minggu lamanya rasa itu tak kunjung pulih.

Batin saya menjerit bahkan enggan untuk bermunajat pada tengah malam. Padahal penyakit ini penyakit ringan yang harusnya saya syukuri. Setelah itu saya memilih ke dokter. Dan dokter mengatakan tidak ada masalah dalam gigi saya. Hanya gigi tumbuh. Oh, tidak. Saya merasakan saya nyaris mendiagnosa kalau ajal menjemput lebih cepat ketika saya sedang menderita sakit gigi.

Dan setelah sakitku sembuh, barulah kusadari betapa cerobohnya saya tak pernah menikmati sakit dengan rasa syukur. Jika kita bersyukur maka kita bisa mengontrol emosi kita. Karena kita dituntut menjadi pribadi yang bisa mengatur kecerdasan emosional.

Sebagai penegas terhadap keharusan untuk mensyukuri nikmat Allah ini, Rasulullah bersabda, “Ada dua kenikmatan, banyak manusia menjadi merugi gara-gara dua kenikmatan ini, yaitu; nikmat kesehatan dan nikmat waktu luang.” (HR Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya, hadits no. 6412).

Dan kembali kepada Al-Quran yang menjadi pedoman hidup kita. Dimana kandungan dan terjemahan di dalamnya sudah membuktikan nikmat yang harusnya kita syukuri. Coba saja kita berpaling dari satu ayat.? Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban yang artinya “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” sebanyak 31 kali diulang. Tujuannya, untuk mengingatkan manusia kalau nikmat Allah itu luar biasa, tak ada satupun yang dapat kita dustakan.
Sejak kejadian itu, aku memilih bersyukur dengan cara yang baik. Yakni berdzikir setiap hari. Dan tak lupa meninggalkan sunnah-sunnahnya. Terutama Waktu Duha dan Tengah Malam.
Karena waktu ini sangat indah untuk bersyukur atas kesehatan yang diberikan Allah.

Pernah aku mendengar. HIDUP ITU IBARAT KOPI, BIAR PAHIT TETAP DINIKMATI.
Itulah yang membuat Bersyukur Kunci Utama Menjalani Titah Kehidupan.

Barakallah. cukuplah penggalan kisah ini selalu memotivasi saya ditambah hadist yang tak bisa terlupa dalam hidup saya. Semoga kita menjadi hamba yang senantiasa bersyukur dan bersyukur. Karena hati bersyukur nikmatpun kan dijumpai di Surga aamiin.


Kedua : Rima Aulia Alkhonsa
Mendapat Cindera Mata berupa buku "Sajadah"

Syukurku adalah ketika aku menyadari betapa Alloh sangat sayang padaku dengan menghadiahiku kedua orangtua yang sangat tulus, bijak dan pantang menyerah serta kakak dan adik yang sangat sayang dan peduli. walau kondisi ekonomi kami cukup menstimulus otak berfikir bagaimana menyambung hidup, beribadah dan menuntut ilmu, hingga tak jarang keluarga ku jadi olok-olokan tetangga. Namun ayah-bundaku tidak putus asa pada janji Tuhan mereka. Meski harus berkubang dalam hitamnya oli dan rumitnya mesin mobil, atau harus rela bangun sebelum subuh untuk mengojek demi mencari tambahan demi hidup, ibadah dan ilmu yang lebih baik atau ketika ibu ku rela berjibaku berkeliling menawarkan dagangannya agar ketiga anaknya bisa kuliah dan bermanfaat bagi agama dan sekeliling dengan rizki yg halal. 

KodaruLLOH, harapan dan doa ortuku satu persatu di kabulkan-NYA. Perlahan dan insya Alloh pasti, kami bertiga diizinkan Alloh belajar hingga perguruan tinggi. Dan skrg adikku pun sedang menyelesaikan skripsinya. semoga Alloh berikan kemudahan hingga dia lulus dan menghadiahkan ijazah untuk ortu kami.

Syukurku adalah ketika Alloh pilih aku sebagai hamba-NYA dan mengumpulkan aku ditengah golongan orang2 (yg Insya Alloh) soleh dan muslih. Syukurku adalah ketika aku memiliki saudara yang sangat peduli dan perhatian. Sebuah ikatan atas nama akidah bukan sekedar ikatan darah. Ketika saling mengingati menjadi perekat, saat dukungan menjadi penguat atau kritikan dan motivasi sebagi evaluasi dan penyemangat serta doa sebagai benang merah penyatu hati. yang lebih dahsyat lagi adalah ketika Alloh hadirkan sahabat2 maya dalam realita ukhuwah hidupku... subhanalloh, rasanya dahsyat.

Syukurku, ah.... terlalu banyak nikmat yang aku rasa, namun syukurku terkadang alpa. Astagfirulloh. ya Alloh jadikan kami orang-orang yang bersyukur. aamiin


Ketiga : Lieshadi
Mendapat Cindera Mata berupa buku "Anakku Sayang Rajin Shalat"

Rasa bersyukur kepadaNya, tentu harus dilakukan dalam segala aspek kehidupan. pahit getir dalam hidup adalah nikmatNya yang patut disyukuri.

" Jika kamu bersyukur, Aku akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengikari nikmatKu, maka sesungguhnya azabKu sangat pedih " ( Ibrahim : 7 )

Ada beberapa moment hidup, yang membuat lebih terbuka mata hati saya atas nikmat Allah yang sempat saya ingkari...

Di saat hamil anak yang ke 2, menginjak usia kehamilan 2 bulan, aku terserang penyakit cacar air yang sangat parah...karena mengalami pada saat hamil, jadi lebih memperparah penyakitku . Selain badan terasa tidak karuan dan penampilan pun jadi amat menakutkan, ada lagi yang membuatku terperanjat dan harus kelu, dokter memvonis bahwa janin harus digugurkan, karena dikhawatirkan bayi akan terlahir cacat.

Rasa sedih, kecewa, marah bercampur aduk dalam hatiku, rasa emosi menyalahkan datangnya penyakitpun tak terelakan. Mengutuki penyakit yang kuderita, termasuk mengingkari nikmatNya bukan ? Nauzubillah, min dzalik !

Sepulang dari klinik, sepanjang jalan saya cuma bisa diam...dalam hati bertekad
tak kan pernah akan menggugurkan janinku, apapun resiko yang akan kuterima nanti. Dalam hati aku menyakini bahwa semua yang datang dariNya, kepadaNya pula kuserahkan segalanya. Surat rujukan dari dokterpun cuma ku taruh dalam laci lemari tanpa kutindak lanjuti.

Hari demi hari, bulan demi bulan kulalui dengan rasa cemas, meski berserah pasrah akan kehendakNya, tapi kecemasan itu tetap terselip dalam hatiku.

Dan hari H pun tiba, tepat jam 11 siang aku melahirkan seorang bayi laki - laki yang Subhanallah ...sehat, putih, montok, lucu...dan tak kurang suatu apa..

Betapa suatu keajaiban dariNya itu kualami...rasa syukurku tiada tara akan nikmat yang telah di berikan kepadaku. Dan kebesaranNya pun terbukti...bahwa vonis manusia itu apalah artinya dibanding KuasaNya.


Keempat : Rie Armae Ramadhaanie
Mendapat Cindera Mata berupa buku "Pengobatan Qur'ani"
Bicara tentang syukur, hmm, sebenarnya ada satu kisah yang ingin saya tulis di popcorn, tapi belum sempat sampai saat ini. Jadi, ini hadiah spesial untuk Media Robbani saja deh. Silakan di simak kak.. :)

Saat itu, sore hari. Langit sudah mulai memerah. Di salah satu sudut kabupaten Dompu, masih jauh dari kantor, karena ada pekerjaan yang harus saya selesaikan di desa. Saat di perjalanan pulang, saya bersama dua orang rekan kerja, mendengar suara adzan bersahut-sahutan dari beberapa surau dan masjid yang kami lalui. Tak lama kemudian, salah seorang teman saya bertanya,
"Mau sholat maghrib dulu?"
Tanpa pikir panjang, saya pun mengiyakan. Karena perjalanan kembali ke kota masih harus ditempuh selama kurang lebih satu jam. Kemudian kami memlilih singgah di salah satu rumah kader posyandu, yang sudah kami kenal cukup akrab, karena seringnya beliau terlibat di kegiatan2 kami di desa. Bu Salmah, namanya.

Begitu memasuki rumahnya, kami disambut dengan sangat hangat. Tanpa basa basi, kamipun menyampaikan tujuan kami singgah, yakni ingin menumpang sholat. Bu Salmah yang memang terkenal ramah dan baik hati, segera menggelar tikar sederhana di rumahnya yang juga sangat sederhana. Sajadah ia gelar dengan rapi, dan mukenah baru ia ambil dari dalam lemari.

Setelah mengambil wudhu dari pancuran air yang dibuat seadanya, dimualailah sholat maghrib saya.

Saat sujud terakhir, ntah mengapa saya merasakan hal yang berbeda. Yang tidak biasa. Akhirnya tanpa disengaja, sujud terakhir itu terasa jauh lebih lama dari biasanya, namun juga terasa jauh lebih nikmat.

Begitu selesai sholat, tiba-tiba mata saya basah. Didalam hati, tiba2 saya merasa sangat bersyukur. Tak pernah terbayang sebelumnya, bahwa di ujung pulau kecil ini, di tempat yang amat sangat jauh dari orang tua dan sanak saudara, di suatu daerah yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya, saya bisa diterima dengan sangat baik disini. Saya bisa dengan mudah untuk datang ke suatu rumah milik warga, sekedar untuk menumpang sholat. Seketika saya baru menyadari, bahwa nikmat itu sungguh luar biasa...


Kelima:TarryKittyHolic
Mendapat Cindera Mata berupa buku "Terapi Penyakit Ruhani"

Sebagai seorang petani dan pemilik toko sambil jualan es jus, saya belajar bersyukur dari hujan. Ketika musim hujan, yang pasti hampir tiap hari hujan, dan itu membuat es jus saya sepi. Tapi setiap hari saya tetap buka dan tidak tertarik untuk jualan kopi atau yang anget2. Setiap saya ingin mengeluh kalau es jus saya sepi, saya selalu ingat.... sawah saya khan ndak perlu ndisel lagi, karena air hujan sudah melimpah.

Begitu juga sebaliknya, saat musim kemarau kami butuh solar ber liter2 untuk mengairi sawah kami. kadang pingin ngeluh juga, setiap hari butuh uang extra untuk beli solar. Tapi disisi lain.... es jus saya rame banget karena cuaca yang sangat panas.

Jadi....saya tidak ada alasan untuk tidak bersyukur. :)


Sebagai admin dari Media Robbani mengucapkan selamat dan terima kasih atas atensinya dalam keikut sertaan dalam event sederhana ini. Bagi pemilik komentar yang terpilih silakan tuliskan alamat kirim di Inbox FB atau di menu Kontak Aku Dan terimakasih juga khusus buat mbak Niken Kusumowardhani admin dari Lovely Little Garden dan Pena Bunda yang telah berkenan menjadi sponsor di event ini. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rezekinya serta menjaga keluarganya dalam kebaikan


Terimakasih


Friday, March 8, 2013

Bersyukur Dalam Milaad

Bismillahirahmanirrahim
Segala puji bagi Allah. kepada-Nya aku memuji, meminta pertolongan, petunjuk, dan ampunan. Aku berlindung kepada-Nya dari kejahatan jiwa dan keburukan perbuatan jiwa. Siapa yang diberi petunjuk oleh-Nya maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan oleh-Nya maka tidak ada seorang pun yang dapat memberi petunjuk.

Alhamdulillah pada tanggal 27 Rabiul Akhir 1434 H atau tanggal 9 Maret 2013 M Media Robbani telah genap ditahun keempat menjadi sarana penyampai dakwah islamiyah dimedia online


Selama kurun waktu empat tahun tentunya banyak sekali kekurangan yang ada di Media Robbani. Harus jatuh bangun mempertahankan jati diri untuk tetap menjadi media dakwah dan pembelajaran religi bagi pembaca khususnya untuk penulisnya sendiri. Satu hal yang patut disyukuri adalah melalui Media Robbani banyak mengenal dan berkenalan dengan orang-orang hebat dalam bidangnya yang memberi suport dan masukan terhadap eksistensi Media Robbani. Sekali lagi aku sangat-sangat bersyukur atas nikmat yang diberikan-Nya

"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu[98], dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku". (Terjemah QS. Al Baqarah: 152)

"Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur". (Terjemah QS. Ali Imran: 145)
Perwujudan syukur bisa bermacam cara. Bersyukur melalui hati yaitu selalu berkehendak dalam kebaikan dan berusaha menyebarkan kepada orang lain. Syukur dengan lidah yaitu menampakkan syukur kepada Allah dengan cara memujinya. Syukur dengan mata ialah menutupi aib yang dilihatnya pada diri saudara semuslim. Syukur dengan telinga yaitu menutup rapat-rapat setiap aib yang didengarnya. Syukur dengan seluruh anggota tubuh yaitu mempergunakan nikmat anggota tubuh dari Allah untuk taat kepada-Nya bukan untuk mendurhakai.

Berbicara masalah syukur rasanya akan lebih lengkap apabila sahabat Robbani juga berkenan berbagi cerita tentang rasa syukur kepada Allah atas momen dalam hidup yang pernah dialaminya. Dalam hal apapun karena dalam hidup dan kehidupan insya Allah pernah merasakan nikmat yang luar biasa yang tetap membekas dalam sanubari dan selalu berkesan.
   
Nah Jika Sahabat Robbani bersedia share cerita caranya sangat mudah dan simple banget, tidak perlu membuat posting diblognya tapi cukup memberikan komentar dikolom komentar dibawah posting ini. Dan sebagai rasa terimakasih dan apresiasi atas share dan kunjungannya akan ada cidera mata dari Media Robbani kepada tiga komentator terpilih. Apa bentuknya..? pokoknya ada deh!!. Komentar bisa dimulai saat posting ini dipublish hingga tanggal 13 Maret 2013 hari Selasa

Eh tapi tidak menutup kemungkinan hadiah bertambah jika ada yang mau jadi sponsor loh.. #ngarep sambil tutup muka.


Alhamdulillah
Bunda Lahfy sudah menambahkan Mukena Lukis dan Sajadah 
sebagai cidera mata

Mukena Lukis
Sajadah
 

Oke Ditunggu ya Sahabat...

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes